Jaya : Lain Dulu Lain Sekarang

8 Sep 2009

TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
JAYA HARTONO (PELATIH PERSIB)

Senin, 7 September 2009 | 11:13 WIB

KONDISI tubuh yang menurun saat berpuasa merupakan hal wajar. Pasalnya selama sehari penuh tubuh tak mendapatkan asupan nutrisi yang memadai. Dalam kondisi seperti ini kebugaran tubuh pun ikut menurun.

Nah persoalannya dalam kondisi seperti itu mampu kah kita beraktivitas dengan normal. Untuk mereka yang tak banyak bergerak di luar ruang tentu tak terlalu berat. Namun bagi mereka yang aktivitasnya banyak menguras fisik, ini menjadi masalah tersendiri.

Hal itu pula yang dirasakan skuad Persib Bandung saat harus menggelar latihan di bulan Ramadan. Mayoritas pemain klub kebanggaan warga Jawa Barat ini adalah muslim yang tengah menjalani ibadah puasa di bulan penuh berkah ini.

“Karena para pemain tengah menjalankan ibadah puasa, mau tidak mau latihan pun harus disesuaikan. Baik intensitasnya maupun durasinya. Kita nggak bisa memaksakan kepada pemain untuk membebani dengan latihan berat,” ujar pelatih Persib, Jaya Hartono.

Saat ini Eka Ramdani dkk hanya dibebani latihan kombinasi fisik dan teknik selama satu jam per hari. Latihan seperti ini digelar pada Senin, Selasa, Rabu, dan Jumat. Untuk hari Kamis dan Sabtu, latihan digelar malam hari.

Terkait latihan di bulan Ramadan, pelatih kelahiran Medan ini sedikit bernostalgia saat dirinya masih berperan sebagai pemain. Selama hampir dua belas tahun, Jaya selalu dipanggil masuk timnas Indonesia.

Nah saat memperkuat timnas di era pelatih Bertje Matulapelwa, Jaya merasakan sendiri beratnya latihan di bulan Ramadan. Saat itu kata Jaya, latihan dilakukan seperti bulan-bulan pada umumnya.

“Di bulan Ramadan kami tetap latihan tiga kali sehari, pagi, siang, dan sore. Nggak ada perbedaan dengan bulan lainnya. Kami digenjot baik fisik maupun teknik. Gila memang latihan waktu itu,” tutur Jaya.

Bisa dibayangkan bagaimana terkurasnya fisik anggota timnas saat itu dengan pola latihan berat yang diinstruksikan pelatih Bertje. “Saya kan puasa, setelah latihan cape bener. Saya langsung masuk kamar mandi kemudian menyalakan shower dan membiarkan tubuh disiram air sampai tertidur di lantai kamar mandi,” kenang Jaya.

Latihan berat era timnas saat itu kata Jaya, sulit dilakukan di era sekarang. Tak hanya Persib, klub lain pun kata Jaya, tak mungkin menggenjot fisik pemainnya saat bulan Ramadan.

“Lain dulu, lain sekarang. Zamannya sudah berubah. Sekarang nggak mungkin menggelar latihan berat di bulan puasa, bisa-bisa pemain kabur. Yang pasti saya hanya bisa mengambil hikmah dari latihan timnas saat itu. Dengan latihan berat kita bisa memetik hasilnya, ketika itu timnas jadi juara Sea Games,” tandas Jaya.(san)sumber = tribun jabar


TAGS


Comment
-

Author

Follow Me

Search

Recent Post